Rezeki Haram

Sebuah tulisan yang patut untuk kita camkan dalam kehidupan. Ane dapat dari milis ssr-klub.
 
Makanan yang dibeli dengan rezeki haram pada dasarnya bisa lebih berbahaya, lebih busuk atau paling tidak sama busuknya dengan makanan yang bahan-bahan pembuatannya diperoleh dari tumpukan-tumpukan sampah.

Jika makanan busuk mangandung milyaran bakteri yang bisa menimbulkan aneka penyakit fatal seperti; kanker, diare akut, dan penyakit dasyat lainnya yang bisa mengakibatkan kematian. Sementara makanan yang diperoleh dengan cara-cara yang haram akibatnya adalah akan mempengaruhi jiwa dan sifat-sifat buruk mental pemakannya. Makanan haram akan membuat lemah iman, sangat sulit menerima nasihat dan jauh dari doa yang dikabulkan, dan tentu mengakibatkan kematian, yakni , matinya ruhaniah dalam konteks beribadah.

Sabda Rasullullah SAW sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim:
“Wahai seluruh manusia. Sesungguhnya Alloh Mahabaik. Dia tidak menerima sesuatu kecuali yang baik”.

Dalam kenyataan sehari-hari tidak dapat disangkal bahwa makanan haram mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap perilaku dan kesehatan ruhaniah. Apalagi jika mengaitkannya dengan masalah antara terkabulnya doa dengan makanan haram.

Namun siapapun kita mungkin pernah khilaf. Saya adalah salah-satunya yang pernah lupa memberi makanang yang haram pada keluarga (anak-anak) di rumah sehingga membuat hati jadi gelisah dan bertanya-tanya “Kanapa saya tega memberikan sesuatu yang dilarang Alloh pada anak ?! “

Sementara syetan pada saat bersamaan hanya menanggapi secara sepele. “Yang haram kan babi,” begitu katanya, sehingga hampir terpedaya oleh upaya syetan saat menyempitkan pikiran saya dalam masalah makan haram.

Saya teringat betapa menyedihkan ketika sedang menyuapi anak yang saat itu baru berusia 3 tahan dengan sepotong daging yang saya beli dengan rezeki yang haram. Saat itu tiba-tiba saya dikejutkan oleh kata hati yang nelangsa dan beristigfar “Astaghfirullah, makanan yang saya beli secara haram kok tega memberikannya pada anak yang sangat disayangi. ”

Ya Alloh, akhirnya secara refleks saya segera menyumbat lubang hidung si anak dan begitu mulutnya terbuka langsung saya korek dan membuang semua makanan haram yang sudah terlanjur dikunyahnya itu. Pecah keras tangisan anak yang tidak mengerti apa-apa itu dan menjerit-jerit tidak ingin makanan di dalam mulutnya diambil.

Saya khilaf dan isteri saya yang kebetulan melihat kejadian itu bertanya karena memang membingungkan “Kenapa makanan yang sedang dikunyah anak tiba-tiba dikorek hingga ia muntah-muntah mengeluarkan semua makanan yang ada di mulutnya?!” Saya hanya tersenyum, biarlah dia tidak tahu.

Rasa kasih sayang kita semestinya memang selalu menghendaki makanan yang dimakan oleh keluarga (anak-anak) haruslah makanan yang halalan thoyiban. Jika ini dilakukan maka sebenarnya hanya mengikuti petunjuk yang sederhana saja yakni salah satu tugas seorang Bapak adalah memberi nafkah yang halal dan baik pada anak-anaknya. 
 

Berbagi Ke Lainnya