Ketika saya terkhir pulang kampung week end kemaren


Ketika saya terkhir pulang kampung week end kemaren, Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk menikmati indahnya pemandangan kampung saya. Kebetulan masa itu adalah masa tandur, waktunya bagi petani untuk menanam. Saya disuruh oleh ibu untuk mengantar makanan dan minuman untuk para buruh tani yang membantu membajak sawah ibu agar menjadi siap tanam. Ada 3 orang, dengan pembagian tugas masing-masing, seorang bertugas  mentraktor, 2 orang lainnya mencangkul dan meratakan hasil traktoran supaya lebih kalis dan merata.
Sungguh luar biasa banyaknya tenaga yang harus mereka keluarkan, dan ketika saya Tanya kepada ibu berapa upah mereka mencangkul/mentraktor di sawah dari jam 07.00 s.d. 12.00 ternyata hanya Rp15.000. Ya hanya segitu. Atau sama dengan uang makan sehari PNS Pusat, seperti saya ini. Dan setelah memburuh disawah orang lain sulit bagi mereka memburuh ditempat lain untuk mendapat uang lagi, mengingat tenaga yang sudah terkuras dan tentunya panas. Paling2 jika ada sisa tenaga mereka akan merawat sawah mereka sendiri.
Itulah mengapa ibu bilang pada saya bahwa wajar jika petani sangat menghargai uang wlaupun itu hanya Rp.1.000,. Ya karena untuk mendapatkan nya perlu tenaga, berpanaspanasan yang menurut saya adalah “luar biasa”.Dan jangan salahkan jika didesa saya sangat sedikit remaja anak petani yang kuliah. Lha wong penghasilan bapaknya (kepala keluarga) hanya cukup untuk makan, itupun pas pasan.
Ya Allah, maafkanlah hambamu yang kadang kikir, bakhil tak pandai mensyukuri nikmatmu Ya Allah.
Ampuni khilaf dan salah saya  ya..ILLahi..

Berbagi Ke Lainnya