Tentang ToBat

Akhir pekan ini saudara saya yang dulu pernah satu sma berkunjung ke kost saya (menginap 1 malam). Karena telah lama kami tak bersua, ada banyak perubahan yang telah teralami diantara kita berdua.
Ngobrol ngalor ngidul, hingga ke suatu topik. 

Hmm.. ternyata teman saya ini sedang berantem dengan pacarnya karena pacarnya memilih mantan pacarnya dulu. Saya menjadi pendengar yang baik.
Dia(teman saya) bercerita bahwa rasanya sangat tersiksa karena pacarnya memilih laki-laki lain. Padahal ia masih sayang kepada pacarnya. Ia mengaku telah melakukan hubungan I dengan pacarna dan itu ibarat candu yang lebih susah dilepas daripada candu rokok ataupun minuman, kata teman saya.
Tetapi dia juga menyesal telah melakukan itu, ia menyesal kepada Allah, apa yang bisa ia tebus untuk itu??? Ia bertanya padaku..

Waktu itu aku menjawab, ya bertobat dan jangan lakukan itu lagi.Titik.

Suatu motivasi buat ku dan temanku bahwa kemaksiatan dan dosa, ternyata bisa saja menjadi pintu kebaikan bagi pelakunya. Syaratnya hanya satu, yakni perbaharui taubat. Pintu kebaikan ada di mana saja. Termasuk di hadapan pelaku kemaksiatan. Jangan mencela berlebihan perilaku maksiat yang dilakukan oleh orang lain. Karena mungkin saja di lain kemaksiatan itu ternyata melecut pelakunya untuk melakukan keshalihan yang bisa jadi kita sama sekali tidak mampu melakukannya.

Tinggalkan kemaksiatan, sesali dosa, perbaharui taubat, jangan biarkan diri hanyut dalam nikmatnya ayunan kesalahan. Ingat saudaraku, jika kita ikhlas, Allah pasti akan menggantikan kenikmatan dosa yang kita tinggalkan dengan sesuatu yang lebih indah dan nikmat sejak di dunia, terlebih di akhirat. Dengarkanlah perkataan yang diucapkan Ibnu Sirin, seorang tokoh ulama di zaman Tabi’in yang terkenal memiliki kepekaan spiritual di zamannya. Ia mengatakan, “Tidak ada seorang pun yang meninggalkan suatu keburukan yang ia rasakan nikmat, hanya karena Allah, kecuali ia pasti akan menemukan gantinya dari Allah swt…”

Atau perhatikanlah sabda Rasulullah saw, “Barang siapa yang memalingkan pandangan dari sesuatu yang haram, maka Allah akan berikan satu titik cahaya dalam hatinya…”

“Semoga Allah merahmati hamba yang berkata pada jiwanya, ‘Bukankah kamu telah melakukan ini? Bukankah kamu telah melakukan ini?’ Lalu ia mengikat jiwanya bahkan memukulnya, dan setelah itu ia mengurung jiwanya untuk selalu taat sesuai perintah Allah sampai ia menjadi komando bagi jiwanya dan bukan sebaliknya dikomando oleh nafsunya.” Begitu ucapan Malik bin Dinar.

“Ya Allah, jadikan kondisi rahasiaku lebih baik dari kondisi lahirku. Dan jadikanlah kondisi lahirku itu baik. Jadikanlah batinku lebih baik dari lahirku. Dan jadikanlah lahirku baik. Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari menganggap diriku besar, tapi Engkau menganggapku kecil… Ya Allah, aku berlindung dengan ridho-Mu dari kemarahan-Mu.. aku berlindung dengan maaf-Mu dari azab-Mu….

Berbagi Ke Lainnya