Seandainya Kamu Berkali-kali Mencium Seorang Perempuan, Maka Kamu Tetap Saja Ingin Selalu Menciumnya!!!

Demikian perkataan seorang pedagang terhadap puteranya yang baru datang dari perjalanan. 
Alkisah, pedagang itu mengutus puteranya agar berdagang di negeri seberang. Pada suatu hari, dalam kepergiannya, kebetulan sang putera melihat seorang perempuan yang cantik dari pintu rumahnya. Kemudian dia menyamar sebagai seorang tukang air, lalu mencium perempuan itu. Belakangan diketahui bahwa perempuan itu puteri seorang pedagang.

Sang ayah tetap menanti kedatangan puteranya kembali dari berdagang. Setelah puteranya tiba, sang ayah bertanya, “Apa saja yang kamu kerjakan dalam usaha dagangmu?” sang putera menjawab, “Aku menjual barang, kemudian membeli barang lagi untuk dijual. Lalu aku berbuat ini dan itu…”
“Bukan ini yang hendak kutanyakan kepadamu,” kata sang ayah. “Apakah kamu melakukan perbuatan selain itu?”

Mula-mula sang putera enggan mengakui perbuatan yang pernah dikerjakannya. Ketika sang ayah mendesak, akhirnya sang putera berkata, “Aku tidak pernah berbuat apa pun, wahai ayahku, kecuali aku pernah mencium seorang perempuan yang menarik perhatianku saat di pasar!”
Seketika itu ayahnya berkata, “Seandainya kamu berkali-kali mencium seorang perempuan, maka kamu akan tetap saja ingin mencium puteri pedagang itu!!”

Imam Syai’I pernah bersyair:

Hendaklah kalian menghindari perbuatan haram
Jagalah kesucian kaum perempuan dengan adanya muhrim
Hindarkan mereka dari perbuatan yang tak patut bagi seorang Muslim
Sesungguhnya zina adalah hutang
Ketahuilah, jika kamu hendak melunasinya, jaga kesucian keluargamu 


(Dr. Basya, Hassan Syamsi. 2008. Kubisikkan Pesan Cinta Untukmu…. Jakarta: PT. Mirqat Tebar Ilmu / http://blog.beswandjarum.com/asmirimajuwita)

Berbagi Ke Lainnya