Kalah Menang

Dalam permainan game bernama PES (Pro Evolution Soccer) pun dapat mencerminkan karakter / sifat dari pemainnya. Sikap kita diuji ketika kita menang melawan rival kita apalagi ketika kalah. Biasanya tanpa sadar keluar kata-kata "tak pantas" secara spontan sebagai bentuk ekspresi jiwa.
Walaupun hanya permainan, bagi sebagian orang, apalagi bila dibumbui dengan aroma kompetisi (liga/cup) kalah menang bisa menjadi hal yang mempengaruhi pikiran. Ketika kita menang merasa senang, ketika kalah kecewa.
Sesungguhnya ekspresi menang merasa senang, ketika kalah kecewa adalah hal yang wajar, tetapi bagi sebagian orang yang tak biasa mengalami kekalahan bisa menjadi lebih kompleks. Yang paling ditakutkan adalah "merasa terhina" atas kekalahan. Padahal it's just a game.
Kurang lebih sama dengan pertandingan/kompetisi di dunia nyata-kehidupan dimana memunculkan sang pemenang dan yang kalah. Saya lebih setuju dengan "yang kalah" daripada kata "pecundang". Pecundang mengandung makna yang terlalu negatif, padahal sejatinya jika kita mensikapi kekalahan dengan arif dan bijaksana maka kita akan menjadi sang pemenang juga. Secara jujur mengakui bahwa kita kalah dan tetap optimis (dengan usaha) untuk menang di lain kesempatan.

Berbagi Ke Lainnya