Sam Po Kong yang Melegenda

Jelajah Kota;
Salah satu bangunan yang jadi primadona kota Semarang,ia sering dipromosikan untuk dikunjungi baik lewat leaflet, spanduk, atau iklan pariwisata lainnya. Ia sudah menjadi simbol kota ini. Lihatlah di hotel-hotel tak jarang dipasang fotonya. Ya apa lagi kalau bukan Kuil Sam po Kong ( bangunan bersejarah seperti Lawang Sewu & Gereja Blenduk).
Hampir setiap ada teman dari luar kota yang main ke Semarang pun sering kuajak ke klenteng ini. Lokasinya yang berada di jantung kota jadi mudah sekali untuk dikunjungi.
Sebenarnya apa sih yang menarik dari sam po kong?

Dari beberapa kali kunjungan ke sana, yang kami lakukan hanya poto-poto. Ada jasa foto dengan pakaian mandarin tapi sewa pakaiannya mahal sampai 75 ribu rupiah.
Untuk masuk ke klenteng cukup bayar Rp 3 ribu belum termasuk ongkos parkir.
Namun dibalik bangunannya yang megah (karena sudah dipugar) + tambahan patung-patung bernama-nama aneh berukuran sedang, kecil serta patung raksasa yang baru ada ditahun 2010, ada nilai sejarah yang belum banyak orang tau dan belajar darinya.

Sebagian besar bangunan berwarna merah khas bangunan China. Karena kaburnya sejarah, masyarakat menganggap bangunan itu adalah kelenteng.Dan bangunan ini kini benar-benar menjadi kelenteng yang digunakan oleh masyarakat tionghoa untuk bersembahyang, dan berziarah.

Fakta sejarah menunjukkan bahwa ternyata bangunan ini dahulunya adalah MASJID yang didirikan oleh saudagar china yang juga seorang muslim yakni laksamana Ceng Ho. Perihal keislaman cheng ho dalam pandangan masyarakat memang masih menuai kontroversi baik di kalangan keturunan china maupun mulsim itu sendiri. Diskusi dan debat seolah tak ada habisnya menggugat agama sang laksamana. Namun kesungguhan untuk menggali sejarah agar terang benderang seakan sulit terganjal oleh fanatisme , kengototan, ketidakmau tahuan akan sejarah. Padahal seandainya saja para saudagar china semarang masa kini mau belajar sejarah bisa jadi banyak cicik2 yang berjilbab.

ini dia artikel yang membahas keislaman cheng ho:

Berbagi Ke Lainnya