What a wonderful football match: Dramatic!!


Dua minggu ini setidaknya saya (perasaan saya) mengalami adukan yang cukup membuat sesak dada. Yang pertama: ketika saya tahu bahwa adikku termasuk manusia buta warna parsial, tragisnya hal itu baru diketahui saat ini (karena baru dites). Jika dikehidupan normal, ia tak kesulitan membedakan warna, seperti: dedaunan muda itu hijau, langit biru, golkar kuning, pdip merah, tetapi percaya tidak percaya ia gagal dalam tes buta warna untuk masuk ke dalam universitas idaman/favoritnya. Sebagai saudara (kakak) saya ikut merasakan sakit/pedih yang ia rasakan. Tetapi tidak ada kata terlambat karena masih banyak pilihan hidup yang lain adikku.

Pertandingan bola malam ini antara Man City vs QPR mungkin sama. Di awal City begitu PD seperti PDnya adikku bisa masuk universitas idamannya. City yang membutuhkan kemenangan walupun 1 gol bisa unggul pada menit 38, sama sepertimu yang lulus tes tertulis dan lari. Namun, secara tak terduga J Lescot melakukan Satu kesalahan yang dimanfaatkan dengan baik oleh J Cisse, M City seolah tak percaya, ada harapan ke depan akan mudah karena QPR bermain dengan 10 orang pemain mulai menit 55, namun ternyata jalan pertandingan tidak semulus perkiraan R mancini. Mimpi buruk terbayang di depan mata ketika QPR mencetak gol keduanya di menit 66. 

Waktu normal habis dan city butuh 2 gol untuk menang. Hal yang mustahal. Tetapi 92'' Dzeko menyundul bola sepak pojok silva. Kemudian bola sempat dikuasai pemain QPR dan sepertinya mustahil bagi City menambah 1 gol lagi.Namun AGuero masih diberi 1 kesempatan untuk shoot terakhir. Dan beruntung City, tembakan aguero GoooooLLL. City urung menangis.
Aku pun berharap ending dari pencarian tenpat kuliahmu adikku... adalah senyum keberhasilan.!!

video

Berbagi Ke Lainnya