Cara mudah nyetir mobil manual: menaklukkan tanjakkan macet

Dari statistik pengunjung blog ini banyak yang membaca artikel cara mudah nyetir mobil manual.

Walaupun pada prakteknya semakin sering anda menjalankan kuda besi roda empat maka anda akan semakin mahir. Bagian tersulit yang sering dihadapi oleh pengemudi adalah: 1)berjalan macet di tanjakan dan 2) Parkir.

Pada kesempatan kali ini akan saya bagi pengalaman menaklukan tanjakan pada saat macet,cet, bener bener berhenti sehingga anda mau tidak mau menginjak rem kaki dan mobil berhenti. Nah pada saat mobil berhenti dengan rem kaki maka anda mau tidak mau harus menarik tuas rem tangan.

Ada 2 cara memainkan rem tangan saat mengalami kemacetan di tanjakan, yaitu:

1. Cara lama/ umum: (Ciri utama, rem tangan dilepas dulu)

Untuk MT: Rem tangan berangsur-angsur dilepas bersamaan dengan tapak kaki melepas pedal kopling dulu, sambil tapak kaki lainnya menekan pedal gas, untuk bergerak maju.

Untuk AT: Rem tangan berangsur-angsur dilepas bersamaan dengan tapak kaki menekan pedal gas, untuk bergerak maju.

Kekurangan dari cara ini; perlu konsentrasi tinggi agar timing melepas kopling pas dengan saat melepas rem tangan (melelahkan, perlu jam terbang lama agar lihai), adanya jeda waktu membuat mobil dengan MT mengalami gejala main ½ kopling (kopling tidak awet), mobil bakal melorot ke bawah dulu bila timing tidak pas (kelihatan norak dan tidak cool sama sekali).

2. Cara baru (lebih cool & efisien): (Ciri utama, rem tangan ditahan dulu)

Untuk MT: Rem tangan ditahan dulu. Kemudian tapak kaki melepas pedal kopling secara penuh, sambil tapak kaki lainnya menekan pedal gas seperlunya agar mesin tidak mati. Ketika terasa ada sedikit tenaga sentakan mobil akan bergerak maju, barulah rem tangan dilepas.


Untuk AT: Rem tangan ditahan dulu. Kemudian tapak kaki menekan pedal gas sampai terasa ada sedikit tenaga sentakan mobil akan bergerak maju, barulah rem tangan dilepas

Kebaikan dari cara baru ini; mudah dan logis, untuk menguasainya tidak dibutuhkan waktu lama, tidak perlu konsentrasi-konsentrasian (bisa sambil nyanyi-nyanyi kecil, tidak mudah lelah), gejala ½ kopling hilang (kopling awet), mobil MT atau AT tidak perlu melorot-melorot lagi (kelihatan lebih jago nyetirnya dan lebih cool).

Note:
Rem tangan bukan aksesories. Fungsinya sangat penting, tidak untuk saat parkir saja, melainkan untuk menaklukkan jalan tanjakan dengan kondisi padat merayap.

Mengingat fungsi rem tangan yang sangat penting, maka setelan dan perawatannya harus rajin diperhatikan agar selalu tampil prima.

Ketika naar boven, selalu perhitungkan tenaga mobil terhadap bobot muatan. Usahakan tenaga mobil selalu lebih besar dari bobot muatannya.

Semoga bermanfaat

Berbagi Ke Lainnya