Apakah Jika Gunung Slamet Meletus Pulau Jawa Terbelah?

Jika benar-benar meletus seperti apa dampak letusan dari gunung setinggi 3.432 meter di atas permukaan laut ini? Belakangan muncul berita yang menyatakan bahwa jika gunung yang terletak di tengah pulau jawa dan merupakan gunung tertinggi kedua di pulau jawa meletus akan membelah pulau jawa menjadi dua.

Memang hari ini di media disebutkan bahwa tanda-tanda yang gunung Slamet meletus telah muncul.



1. Hewan di Gunung Slamet Mulai Turun ke Perkampungan


Diberitakan oleh Tribunjateng.com, bahwa- Warga yang tinggal di kawasan lereng Gunung Slamet, Jawa Tengah mulai menemukan sejumlah hewan liar yang turun gunung. Beberapa hewan yang terlihat turun gunung seperti kera, dan harimau.

foto udara Gn Slamet

Di Desa Clekatakan, Pulosari, Kabupaten Pemalang misalnya. Kepala desa setempat, Sutrisno (30) mengaku pada saat perjalanan menggunakan sepeda motor menuju ke puncak gunung untuk melihat saluran irigasi, Minggu (9/3/2014) sore. Dia melihat harimau berukuran besar turun dari atas gunung.

"Beruntung saya naik motor trail jadi bisa ngebut, selain di tempat saya, warga Desa Penakir juga ada yang melihat beberapa kera turun gunung," tambahnya.

Diduga turunnya hewan liar lereng Gunung Slamet itu ada kaitannya dengan meningkatnya aktivitas gunung yang telah dinaikan statusnya dari normal mejadi waspada.

Sutrisno menambahkan, di Desanya saat ini terdapat 1673 Kepala Keluarga (KK) dengan total jiwa sebanyak 6803 orang.




Meski status gunung saat ini menjadi waspada namun tuturnya para warga yang berada di wilayahnya tetep tenang dan tidak merasa kawatir. Sumber(*)

2.       Gunung Slamet Meletus 3 Kali

Letusan akhirnya terjadi di Gunung Slamet. Diwartakan Tribunjateng.com, Kapolsek Polosari, Kabupaten Pemalang, AKP Mesi, mengatakan sejak Senin (10/3/2014) kemarin, Gunung Selamat telah mengeluarkan tiga kali letusan asap.

Letusan asap pertama terjadi pada pukul 18.10 disertai dengan gumpalan hitam berupa debu vulkanik yang keluar dari puncak gunung.

Suara letusan berikutnya terjadi pada pukul 20.06. Kali ini letusan itu tak hanya disertai asap tebal tetapi juga getaran yang terasa hingga jarak 10 kilometer.

Letusan asap ketiga gunung tertinggi di Jawa Tengah itu terjadi pada pukul 21.05. "Letusan kedua paling besar, terdengar seperti suara mercon," tambah AKP Mesi, Selasa (11/3/2014). Sumber

Gunung Slamet (3.428 meter dpl.) adalah gunung berapi yang terdapat di Pulau Jawa. Gunung ini berada di perbatasan Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah, dan merupakan yang tertinggi di Jawa Tengah serta kedua tertinggi di Pulau Jawa. Kawah IV merupakan kawah terakhir yang masih aktif sampai sekarang, dan terakhir aktif hingga pada level SIAGA medio pertengahan 2009.

Namun, dalam sejarahnya, Gunung Slamet hanya meletus pada skala kecilyaitu VEI 1. Pada Tahun 1772 letusan Slamet terbesar hanya memiliki skala VEI 2 dengan semburan asap maksimum < 5 km, volume material letusan > 1 juta m3 dan dampak letusannya hanya sampai di kaki gunung. Dari data sejarah tersebut, bisa diperkirakan sifat dari gunung ini yang sesuai dengan namanya Gunung Slamet (Slamet (jawa) = Aman).

Berbagi Ke Lainnya