Hati-hati Menggunakan Metilprednisolone dan Steroid

Kali ini saya akan mensharing pengalaman pahit  tahun lalu ketika tubuh ini penuh dengan jerawat. Awalnya timbul merah-merah di tubuh yang dikira alergi obat. Perlu diketahui 4pri alergi dengan antibiotik jenis amoxilin.

Ketika saya berusaha berobat ke beberapa dokter-spesialis kulit. Karena saya bilang ke dokter bahwa punya alergi amoxilin dan baru saja mengkonsumsinya, diagnosa dokter tak jauh beda dengan diagnosa saya.



Namun, setelah mengkonsumsi obat-obatan berbagai merk untuk meredakan kulit yang memerah dan berjerawat tidak membuahkan hasil. Hingga akhirnya dr. Spesialis Kulit paling laris di kota ini mendiagnosis jerawat saya bukanlah jerawat alergi amoxilin, namun ternyata saya divonis terkena jerawat steroid.

Gambar jerawat steroid di seluruh badan (terutama dada dan punggung kemerahan dengan darah di dalamnya seperti gambar ini:


 



Apa penyebabnya?
1. Penggunaan salep yng salah yang mengandung steroid (yang tujuan awalanya mengatasi gatal alergi).
Hati-hati dengan salep salep anti jerawat yang berbahan steroid. Pada awal pemakaian mungkin berhasil menghilangkan jerawat. Tetapi efek samping dari penggunaan salep mengandung steroid adalah penipisan kulit dan munculnya jerawat steroid.

2. Penggunaan metil prednisolone yang tidak sesuai anjuran dokter.
Pelajaran berharga didapat yaitu konsultasi selalu dengan dokter. Jangan langgar petunjuk dokter. Dokter memberikan obat dengan dosis menurun metil predinsone adalah atas dasar ilmu. Karena jika metilpredinsone dihentikan secara mendadak dapat berakibat fatal, terganggunya sistem metablisme yang salah satunya adalah munculnya jerawat steroid. Kita lanjutkan pembahasan lebih lanjut mengenai penanganan jerawat steroid di postingan selanjutnya

Berbagi Ke Lainnya