(Inspirasi Usaha) Wow Omset Bisnis Pecel Lele "Lamongan"

Siapa yang tidak kenal dengan Pecel Lele "Lamongan"? Menu makanan ini menjamur di seluruh indonesia. Tak hanya di Ibukota, di kota- kota lain pun warung tenda yang menjual menu ini dapat dengan mudah ditemui. Citarasa masakan ini yang disajikan dengan sambal dan lalapan ini bisa diterima banyak kalangan di berbagai daerah. Menurut riset, keuntungan bersih usaha ini sekitar 25% - 30% dari omset yang diperoleh. Margin keuntuangn yang fantastic bukan?

Lele merupakan jenis ikan tak bersisik, licin dan berkumis ini, terbilang sangat populer bagi bangsa ini, karena bisa ditemukan di berbagai daerah. Di Indonesia ikan Lele mempunyai beberapa nama daerah, antara lain: ikan Kalang (Sumatra Barat), ikan Maut (Gayo dan Aceh), ikan Pintet (Kalimantan Selatan), ikan Keling (Makassar), ikan Cepi (Bugis -Sulawesi Selatan), ikan Lele atau Lindi (Jawa Tengah). Habitatnya di sungai dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, sawah yang tergenang air. Bahkan ikan Lele bisa hidup pada air yang tercemar, misalkan di got-got dan selokan pembuangan.

Yang dimaksud adalah ikan Lele yang digoreng kering dengan minyak, lalu disajikan dengan sambal lalapan, yang biasanya terdiri dari kemangi, kubis, ketimun,dan sambal. Namun para pedagang pecel Lele umumnya juga menyajikan Ayam Goreng, bebek goreng, Ati Ampela, dan Tahu Tempe Goreng.  Bahkan Burung Dara Goreng, yang juga disajikan dengan sambal dan lalapan.

 Dalam satu malam warung lamongan di Jakarta bisa menghabiskan 8-10 kg Lele, dan 27-30 ekor ayam, 30 tusuk ati ampela dan 150 potong tahu tempe. Omsetnya per malam rata-rata Rp 1,8 juta, dengan keuntungan bersih sekitar 25%. Hmm lumayan juga y...!!!

Proyeksi Keuntungan. Dari simulasi perhitungan usaha Pecel Lele yang dilakukan Info Kuliner, diperkirakan modal awal yang diperlukan untuk memulai usaha Pecel Lele kelas kaki lima dengan dua orang karyawan, diperlukan modal sekitar Rp 4,5 juta untuk membeli barang modal dan bahan baku awal. Biaya operasionalnya yang meliputi sewa tempat, karyawan, transportasi dan lain-lain diperkirakan sekitar Rp 2,2 juta. Jika dalam sehari warung ini bisa menarik 50 orang pengunjung dengan asumsi per orang menghabiskan Rp 10 ribu untuk makan dan minum, dalam waktu kurang lebih satu bulan modal awal yang dikeluarkan bisa kembali. Namun jika jumlah pengunjung di bawah asumsi, tentunya butuh waktu sedikit lebih lama untuk balik modal.

Jenis Lele yang biasa digunakan adalah Clarias Batrachus atau Lele biasa, bukan Lele Dumbo atau Clarias Gariepinus. Harga pasaran Lele saat ini per kilo sekitar Rp 12 ribu, ukuran yang biasanya digunakan untuk Pecel Lele yang sekilo berisi tujuh atau delapan ekor, berarti per ekor harga Lele sekitar Rp 1,7 – 1,8 ribu. Sedangkan harga ayam per ekor yang biasa digunakan untuk Pecel Lele adalah Rp 12-14 ribu, satu ekor dipotong empat bagian, artinya satu potong ayam harga mentahnya antara Rp 3 – 3,5 ribu. Dengan cara penyajian dan pelengkap yang sama, dan harga jual rata-rata yang biasanya hanya selisih seribu rupiah, (Pecel Lele rata-rata dijual di Jakarta Rp 7 ribu - ayam Rp 8 ribu), keuntungan Pecel Lele tentu lebih tinggi. Namun rata-rata dari volume penjualan Pecel Ayam biasanya lebih tinggi. Karena itu Pecel Lele jarang berdiri sendiri, selalu dijual didampingi Pecel Ayam, Tahu Tempe, dan Ati Ampela dan tentunya Nasi Uduk, selain nasi putih biasa.

Popularitas Pecel Lele, bisa menjadi keuntungan bagi yang ingin menggeluti usaha ini, karena Anda tak perlu lagi repot-repot memperkenalkan seperti apa Pecel Lele, namun hal ini juga menjadi sebuah kendala, karena banyaknya pedagang Pecel Lele. Tentunya persaingan akan sangat ketat. Karena itu, dibutuhkan sesuatu yang berbeda dan lebih dari yang lain.

Faktor penentu rasa Pecel Lele, adalah sambalnya. Sambal untuk Pecel Lele yang standar berbahan dasar tomat, cabe, terasi, bawang merah, bawang putih, garam, dan sedikit gula merah, dan jeruk limo, ada juga yang menggunakan sedikit kacang tanah. “Pecel Lele itu bumbu standarnya ya sama aja, yang menentukan sambalnya, karena walaupun pada dasarnya sama, takaran komposisinya yang beda-beda. Untuk membuatnya lebih nikmat beberapa warung juga menambahkan biji wijen yang dihaluskan bersama sambal. Campuran wijen dalam sambal membuat citarasa sambalnya jadi lebih mantap.

Anda bisa berkreasi dengan warung anda secara bebas misal dengan menambahkan nasi uduk?? kenapa tidak??

Ilustrasi Bisnis Plan Usaha Pecel Lele "Lamongan"

Barang Modal

Untuk memulai usaha warung tenda, dengan menu jualan Pecel Lele, Ayam, Ati Ampela, dan Tahu Tempe Goreng, dibutuhkan peralatan barang modal sebagai berikut :

1 buah gerobak Rp 1.500.000

Terpal untuk tenda ukuran 4x6 meter Rp 168.000

Harga pemeter antara 4500 – Rp 9.000

1 set spanduk Rp 420.000

Depan ukuran 5x 1,15 m

Samping 2 lembar ukuran 2,5 x 1,15 m

1 buah kompor gas mawar Rp 95.000

1 penggorengan ukuran 22 Rp 70. 000

2 buah sutil panjang dan Rp 40.000

2 lusin piring (merk lucky) Rp 100.000

2 lusin piring saji oval melamin Rp 180.000

1 lusin sendok Rp 10.000

1 lusin garpu Rp 10.000

2 lusin gelas jempol Rp 45.000

2 lusin kobokan kecil aluminium Rp 25.000

1 buah Dandang nasi aluminium 10 liter Rp 100.000

1 buah Dandang Air aluminium 10 liter Rp 85.000

2 buah ember plastic sedang Rp 30.000

2 buah tempat tisu gulung Rp 15.000

2 buah tempat tusuk gigi Rp 10.000

2 buah tempat kecap Rp 10.000

8 buah kursi plastic lion star Rp 200.000

1 buah meja kayu Rp 500.000

2 buah tempat sendok/garpu Rp 10.000

1 etalase kecil ukuran 1,5 m x 0,5 m x 1 m Rp 250.000

1 buah teko air plastic lion star (kecil) Rp 7.500

1 buah termos air panas Rp 35.000

2 buah termos wadah nasi ukuran 10 liter Rp 150.000

1 set ulekan besar ukuran 40 cm Rp 55.000

3 buah lap Rp 10.000

2 buah pisau Rp 12.000

Jumlah Rp 4.250.500


Bahan Baku Awal

3 kg lele (sekitar 27 ekor) Rp 36.000

6 ekor ayam Rp 84.000

( ukuran 800 gram-1,2 kilo, jadi 24 potong)

2 papan tempe (jadi 20 potong) Rp 7.000

10 potong tahu Rp 5.000

10 buah ati ampela Rp 10.000

3 kg minyak goreng Rp 36.000

3 kg gas (untuk 2 hari) Rp 15.000

1 kg gula Rp 6.500

Bumbu dan sayuran lalapan Rp 50.000

Bahan lain ( teh, es batu, jeruk peras dsbnya) Rp 20.000

Beras 5 liter Rp 20.000

Jumlah Rp. 289.500

Dari perhitungan di atas, diperkirakan modal awal yang diperlukan untuk memulai usaha Pecel Lele adalah sekitar Rp 4,5 juta. Sekitar Rp 4,2 juta untuk barang modal, dan Rp 300 ribu untuk belanja bahan baku awal. Selain itu, dibutuhkan biaya operasional yang dalam satu bulan diperkirakan :

Operasional

- Sewa tempat Rp 300.000

- Retribusi/ pungutan ini-itu Rp 30.000

- Penerangan ( listrik/ lampu patromak) Rp 30.000

- Transportasi dll Rp 200.000

- Gaji 1 orang karyawan Rp 800.000

Total Rp. 1.260.000


Jika dalam sehari bisa dikunjungi 40 orang pembeli, dengan asumsi rata-rata per orang menghabiskan Rp 10 ribu untuk makan dan minum, maka:

Omset harian Rp 400.000

Omset per bulan Rp 12.000.000


Pengeluaran belanja >>modal Rp 8.415.000

Operasional Rp 1.260.000



Jadi bisa BEP dalam waktu satu bulan lebih beberapa hari
Prev: Usaha Pecel Lele

sumber : http://cherbonaim.multiply.com/journal/item/5

Berbagi Ke Lainnya