Pentingnya Fungsi Rem Tangan Pada Mobil

Berbagi pengalaman buruk ketika awal-awal baru bisa nyetir mobil. Jadi setelah dinyatakan lulus kursus nyetir mobil (setelah 6 kali latihan dengan durasi sekali latihan 1 jam). Saya dengan PD dan NEKADnya membawa mobil dan penumpang(teman-teman) ke sebuah Mall di Kota saya (semarang). Ketika di jalanan kota semuanya berjalan dengan lanjar. Namun begitu memasuki MALL, alamak, ada mobil di depan yang berhenti dilobi menurunkan penumpang. Otomatis saya harus berhenti juga. Saya injak pedal rem kaki dengan kaki kanan dan kaki kiri injak kopling. Begitu mobil di depan sudah jalan, injakan rem kaki kanan saya lepas dan saya langsung menginjak pedal gas. Tapi ada daya ternyata injakan kaki saya di gas kalah cepat dengan turunnya/mudurnya mobil (mengingat kondisi jalan menurun). Sontak seluruh penumpang berteriak, keringat dingin bercucuran dari dahi saya. Benar-benar sebuah pengalaman buruk. Yang untungnya waktu itu di belakang kami tidak ada mobil.

Kejadian ini (di atas) terjadi karena saya pada waktu itu yang masih sedikit sekali pemahaman dan pengetahuan tentang mengemudi belum bisa menggunakan rem tangan mobil tapi sudah nekad. 


Rem tangan yang terdapat di mobil merupakan komponen penting dengan prinsip kerja yang sederhana. Komponen ini dilengkapi tombol pembebas yang berada di ujung tuas, yang berfungsi untuk membebaskan rem tangan. Caranya dengan menekan tombol terlebih dahulu kemudian menurunkan tuas rem tangannya. Sedangkan mekanisme tuas rem tangan ke kanvas rem belakang menggunakan kabel yang terhubung dengan rem belakang kiri dan kanan. Jadi, saat rem tangan ditarik maka kanvas rem belakang kiri dan kanan akan menahan roda belakang melalui kanvas rem yang menahan tromol rem (drum brake).

Komponen ini memiliki fungsi menahan laju mobil saat parkir, ketika mobil berhenti di tanjakan agar tidak mundur, juga dapat digunakan saat rem utama blong untuk mengurangi kecepatan mobil. Tidak berfungsinya rem tangan sudah pasti akan merepotkan pengemudi.

Salah satu masalah yang kemungkinan terjadi pada rem tangan adalah tuas rem tangan tidak dapat dikembalikan setelah ditarik. Hal ini disebabkan proses penarikan tuas rem tangan terlalu kuat sehingga melebihi batas maksimal gerigi mekanisme di bagian dalamnya. Untuk mengembalikan tuas rem tangan yang macet tentu saja diperlukan tenaga ekstra.

Mengembalikan tuas rem tangan yang macet dilakukan dengan menekan tombol sambil mengangkat tuas rem dengan kuat. Kemudian dengan cepat turunkan tuas pedal remnya. Jika cara tersebut tidak berhasil, perlu dilakukan pembongkaran pada mekanisme bagian dalam rem tangan untuk mengembalikan posisinya.


Agar rem tangan selalu bekerja dengan baik, perlu dilakukan perawatan terhadap komponen ini, terutama dari sisi mekanisme kabel dan penyetelannya. Lakukan penyetelan apabila langkah tuas rem tangan terasa lebih tinggi dan jauh, atau roda belakang tidak bisa berhenti total meskipun rem tangan sudah ditarik penuh. Penyetelan ini biasanya dilakukan saat servis berkala oleh mekanik di bengkel resmi atau langsung ke bengkel saat ada keluhan seperti di atas.sumber: www.astraworld.com

Mengetahui betapa pentingnya rem tangan harus diketahui oleh semua pengendara apalagi yang masih harus belajar. Bagi anda yang sedang belajar mobil, jangan nekad untuk membawa mobil sendiri sebelum anda benar-benar menguasai cara kerja rem tangan. Rem tangan sangat diperlukan dalam situasi-situasi tertentu seperti menghadapi macet di tanjakan maupun ketika anda sedang antre parkir di mall yang jalannya naik.

Berbagi Ke Lainnya