Pengalaman Daftar Nikah di KUA: Ada Indikasi Korupsi oleh KUA

Ini adalah tulisan jujur. Saya ingin negara ini jujur. Aneh saya lihat negara ini. Kesalahan sudah dianggap hal yang umum. Semoga ada yang  membaca tulisan ini, terutama dari pihak-pihak pengawas/inspektorat yang masih jujur di kementerian Agama.

Apa benar di Kantor Urusan Agama saat ini benar-benar sudah bersih? Tidak ada pungutan liar lagi?


Jawabannya bisa iya bisa tidak. Dari pengalaman saya mengurus pendaftaran nikah. Secara kasat mata transaksi haram di KUA memang sudah tidak ada. Dalam artian, ketika pendaftar nikah di KUA dia hanya membayar Rp30.000 dan ada kuitansinya.

Namun, prasangka saya, orang-orang KUA tetap menerima uang "haram". Walaupun tidak di KUA. Mereka-orang-orang KUA- menerima uang haram dari para Modin di kelurahan. Ketika mengurus surat pengantar nikah di Pemalang saya mengeluarkan 250.000 kepada modin. Di Semarang lebih mahal lagi, 350.000 keluar untuk modin. Dan yang membayar bukan cuma saya, tetapi yang lain juga. Ke mana larinya uang dari Pak Modin? Saya yakin sebagiannya masuk ke kantong orang-orang KUA. Mereka memindahkan tempat transaksi dari yang dulunya di KUA sekarang menjadi di "lewat modin".

Tolonglah bagi bapak-ibu pejabat yang berwenang, usut praktik kotor ini. Cobalah jika mengawinkan anak urus sendiri dan jangan mengaku pejabat. Biar tahu kondisi yang sebenarnya.

Berani Jujur , Hebat~!!!

Berbagi Ke Lainnya