Deviasi Septum Nasi ( Tulang Hidung Bengkok )

Pada kesempatan kali ini saya hendak berbagi pengalaman dioperasi hidung saya karena mengalami gangguan yang bernama tulang hidung bengkok atau deviasi septum nasi
.
Akhirnya aku dioperasi (lagi) di bagian hidungku senin, 26 Agustus 2013. Setelah beberapa kali mau(akan) dioperasi tapi urung. Flashback ke belakang, April 2011, ketika itu hidungku sering sekali mampet bergantian antara kanan dan kiri, sakit tenggorokan juga sering, dan tidak lupa sakit kepala. Konsultasi ke dokter akhirnya diputuskan untuk operasi koreksi deviasi septum (membetulkan kemiringan tulang hidung).

Jadi setelah diperiksa dengan endoskopi dan di scan MRI ternyata tulang hidung ku tidak lurus, melainkan miring ke sebelah kanan.

Kata dokter sebenarnya aku tidak lah sendiri, karena 70% manusia di dunia tulang hidungnya juga tidak lurus. Hanya saja tingkat kemiringannya ada yang mengganggu ada yang tidak terhadap pernapasan.

Nah kebetulan punyaku cukup mengganggu, akhirnya dokter menyarankan untuk dioperasi saja.


Operasi koreksi deviasi septum dilakukan pada pagi hari, namun sehari sebelumnya aku sudah harus menginap di RS. Malamnya jam 12 diminta berpuasa. Jam 7 aku masuk meja operasi. Selang-selang dipasang. Ketika dokter menyuntik anastesi/obat bius ke selang semuanya gelap. Aku bangun jam 10 siang dengan hidung sudah tersumpal perban. kalau dari luar tidak ada sayatan sama sekali.

Kemudian setiap hari sumpal dihidung diganti. Ini yang cukup menyakitkan. Tiga hari di RS sudah boleh pulang. Namun harus tetap menjaga kondisi paska operasi dan sering control. Karena berkaca dari pengalaman kegagalan operasi yang pertama. 

Kata dokterku kali ini, sukses tidaknya suatu operasi hidung adalah bergantung pada tindakan paska operasi. Hidung yang masih basah oleh darah rawan sekali untuk saling menempel antar jaringan. Untuk itu perlu sering control ke dokter untuk di monitoring.

Berbagi Ke Lainnya