Third-Hand Smoke Mengintai Anak-Anak Kita

Semua orang tentunya sudah mengetahui bahwa asap rokok berdampak buruk tidak hanya bagi perokok sendiri, namun orang-orang di sekitarnya pula. Sang perokok disebut first-hand smoker, dan non-perokok di sekitarnya disebut second-hand smoker karena ikut menghirup asap rokok. Namun, belakangan telah ditemukan asap rokok baru yang sama bahayanya, yaitu  yang dijuluki third-hand smoke. Yang terakhir ini sangat berbahaya bagi anak-anak yang berada di lingkungan perokok.

 

Menurut jurnal Pediatrics terbaru, asap rokok yang mengandung gas dan unsur beracun lainnya akan terus menempel pada rambut dan pakaian sang perokok, serta pada perabot termasuk karpet, korden dan bantalan kursi. Residu yang tertinggal antara lain unsur metal keras, karsinogen, dan bahkan bahan radioaktif yang bisa tertelan seorang anak kecil yang memasukkan tangannya ke dalam mulut. Semua orang yang menghirup asap rokok, baik perokok sendiri maupun non-perokok, termasuk anak-anak – terkena resiko kanker.


Para dokter dari Massachusetts General Hospital for Children di Boston menggunakan istilah “third-hand smoke” untuk menggambarkan asap yang tertinggal tersebut pada sebuah penelitian yang berfokus pada resiko bahan kimiawi tersebut pada anak-anak.

 
Di negara-negara maju, pemerintah masing-masing negara maupun masyarakatnya mulai memahami bahaya rokok bagi kesehatan dan undang-undang yang mengerdilkan kesempatan merokok ditelurkan, termasuk di negara bagian New York. Mengenai second-hand smoke sendiri, kini orangpun mulai sadar akan resikonya pada kesehatan. Namun demikian, belum banyak yang tahu adanya toksin yang tertinggal atau third-hand smoke, karena pengetahuan ini baru ditemukan. 


Biasanya, orangtua yang perokok akan membuka jendela mobil ketika ingin merokok dan berpikir bahwa anak-anak yang duduk di belakangnya tidak akan terkena asap. Atau, mereka merokok di rumah ketika anak-anak sudah berangkat sekolah.  Namun, asap rokok tidak lenyap begitu saja, asap akan terus menempel.


Third-hand smoke ini dapat kita deteksi dari bau yang terdapat di udara ketika kita memasuki ruangan atau lift yang baru saja ditinggalkan oleh seorang perokok. Baunya yang mengandung zat-zat beracun tidak akan hilang begitu ia meninggalkan tempat.

Zat-zat yang terdapat pada asap yang tertinggal antara lain adalah hidrogen sianida, yang digunakan untuk senjata kimia; butane, yang digunakan di pemantik cair; toluene, terdapat di pencair cat; arsenik; zat besi; karbon monoksida; dan polonium-210, karsinogen beradioaktif yang menewaskan mantan mata-mata Russia Alexander V. Litvinenko pada tahun 2006. Sebelas komponen asap rokok mengandung karsinogen daya tinggi.

Nah, dengan tulisan ini, semoga perokok berpikir ulang ketika hendak menyalakan rokoknya, terutama ketika terdapat anak-anak di sekelilingnya. Sumber

Berbagi Ke Lainnya