Presiden Terpilih dan Harapan Yang Sirna

Baru kali ini, presiden terpilih tapi lebih dari 1/2 masyarakat Indonesia tidak gembira dan menyambut dengan gegap gempita. Pasalnya presiden terpilih dengan pemilu bermasalah. Lihat saja keputusan DKPP. Pemilu di Papua seharusnya diulang tuh karena salah prosedur. Daerah lain mungkin juga tapi sayang bukti yang dikumpulkan kubu Prabowo dianggap masih kurang. 

Selain itu selisih kemenangan presiden terpilih juga kalah oleh jumlah golput yang mencapai hampir 25% suara. 

Suka tidak suka fotonya presiden terpilih akan dipajang di kantor-kantor dan di gedung-gedung pemerintahan. Bagi yang tidak kerja kantoran pasti bersyukur karena tidak ada kewajiban masang dan melihat fotonya.


Bagi karyawan kontrak / outsourcing masih harus bersabar pada keadaan, karena calon presiden yang berani dan telah berjanji menghapus sistem outsourcinng ternyata kalah oleh kader mantan presiden yang menciptakan sistem tersebut. Jadi jangan berharap pada presiden terpilih.

Bagi kaum terdidik yang mendamba ketidakadilan dan perampokan sumber daya alam indonesia di freeport segera berakhir pun harus kembali bermimpi entah sampai kapan harapan itu muncul lagi.

Akhirnya kita kembali ke tanggungjawab dan tugas kita masing-masing, tidak ada harapan yang bisa digantungkan pada beliau. Beliau hanyalah presiden pemangku kepentingan, tentunya kepentingan bisnis politik dan kepentingannya.

 Hidup kita rezeki kita tergantung usaha kita, kerja kita.

Berbagi Ke Lainnya