Kisah Popong Otje Djundjunan dalam Pemilihan Pimpinan DPR

 Sejarah baru indonesia telah terjadi tadi malam di gedung DPR/MPR. Dan sejarah itu ditentukan oleh seorang politikus senior, seorang nenek berusia 76 tahun. Dia adalah Popong Otje Djundjunan.

Popong Otje Djundjunan atau yang dikenal Ceu Popong mendadak ramai jadi topik pembicaraan di media sosial.

Gayanya yang tegas dan bisa mencairkan suasana saat rapat paripurna DPR membahas pemilihan paket calon pimpinan DPR mampu mendapatkan perhatian di kalangan media sosial. Bahkan, nama Ceu Popong sempat menjadi trending topic di Twitter dengan hashtag #saveceupopong.

Kisah cerita Ceu Popong dimulai ketika dirinya menjadi pimpinan sementara Sidang Paripurna DPR bersama Ade Rezki dan sempat diwarnai aksi kericuhan para anggota dewan yang terhormat.

Dalam sidang paripurna itu para anggota dewan memaksa agar diberikan kesempatan interupsi oleh Ceu Popong. Dirinya juga diminta menutup terlebih dahulu rapat konsultasi yang digelar sebelum paripurna.


Namun, aksi para anggota dewan ini tidak digubris Ceu Popong, karena rapat konsultasi sudah ditutup. Dia juga meminta agar interupsi wakil rakyat tersebut menunggu selesai agenda pembacaan susunan keanggotaan fraksi di DPR.

Ceu Popong pun terus dihujani interupsi hingga akhirnya sidang ricuh dan wanita asal Bandung ini dievakusi petugas pengamanan dalam (Pamdal) DPR.

Pada saat kericuhan terjadi, Ceu Popong sempat sibuk mencari palu sidangnya yang biasa digunakan untuk membuka, menutup dan menskors jalannya persidangan. Padahal saat itu, Ceu Popong selaku pimpinan sidang sementara bermaksud menskors jalannya sidang, karena situasi semakin tidak kondusif.

"Paluna eweuh (palunya tidak ada)," ucap Ceu Popong dengan polosnya di ruang Sidang Paripurna DPR, Kamis, 2 Oktober 2014 dini hari, seperti dilansir Sindonews.

Sikap polos Ceu Popong inilah yang menjadi topik pembicaraan dan simpati dari kalangan media sosial hingga akhirnya menjadi trending topic di Twitter.

Ceu Popong sendiri ditunjuk sebagai pimpinan sidang sementara karena dirinya merupakan anggota DPR terpilih dengan usia tertua untuk periode 2014-2019.

Dia merupakan wanita asal Bandung kelahiran 30 Desember 1938 atau berusia 76 tahun saat dilantik menjadi anggota dewan periode ini. Wanita yang kental dengan logat Sunda ini  merupakan politikus Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Jawa Barat I.

Ceu Popong juga menjadi anggota DPR periode 2009-2014 dan duduk menjadi anggota Komisi X yang membidangi masalah pendidikan dan olahraga. Meskipun usianya tak lagi muda, sosok Ceu Popong dikenal vokal dan lantang dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.

Ceu Popong merupakan lulusan dari UPI Bandung. Ia juga pernah menjadi seorang guru Bahasa Inggris sebelum akhirnya menjadi politikus Partai Golkar sejak 1987.


Sidang Paripurna DPR  yang dipimpin Ceu Popong akhirnya menetapkan paket pimpinan DPR yang diajukan enam Fraksi sebagai Pimpinan DPR periode 2014-2019.


Ketua DPR: dari Fraksi Partai Golkar Setya Novanto

Wakil Ketua DPR, Fraksi Gerindra, Fadli Zon
Wakil Ketua DPR, Fraksi Partai Demokrat, Agus Hermanto
Wakil Ketua DPR dari Fraksi PAN, Taufik Kurniawan MS
Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKS, Fahri Hamzah


Setelah mendengarkan usulan paket pimpinan DPR dari setiap fraksi, pimpinan rapat Paripurna DPR, Popong Djunjunan, langsung menetapkan lima pimpinan DPR terpilih.

“Jadi dengan demikian, para ketua dan wakil ketua terpilih sudah kita dengar bersama,” kata Popong, dalam rapat paripurna DPR, Jakarta, Kamis (2/10/2014) dini hari.

 



Pimpinan DPR RI 2014-2019
Ceu Popong Lucu

Berbagi Ke Lainnya