Akhir Kisah Sujamal Kakak Laki-Laki Jodha Akbar

Akhir kisah Sujamal dalam serial Jodha Akbar akhirnya terjadi di episode Jodha Akbar ke 210. Dalam episode tersebut, Sujamal yang menyamar menjadi pelayan banci bernama Dilawar Khan. Sujamal atau Dhilawar Khan berhasil menyamar dan menyelusup ke istana ratu atas berkat bantuan tidak langsung maham anga.

Sinopsis Jodha Akbar Episode 210
Para wanita sedang duduk di luar, Ruqaiya bekata itu adalah kesalahan Ratu Jodha. Dia menyembunyikan kebenaran dari Jalal. Dia berbohong, dan dia akan di hukum karena itu. Hamida berkata aku tidak percaya Ratu Jodha bisa melakukan itu. Aku yakin pasti ada kesalahpahaman. Salima berkata Raja dan Ratu Jodha adalah orang-orang pintar, aku yakin mereka akan menemukan jalan keluar dari masalah ini. semua orang akan tahu kebenaran dari masalah ini.

Ruqaiya berkata jalal pergi menangkap pria Rajput itu, maka semua orang akan tahu yang sebenarnya tentang Ratu Jodha.

Di hutan, Jalal berhasil mengejarnya dan mencambuk Sujamal hingga terjatuh dari kuda. Jalal turun dari kuda dan meletakkan mahkotanya di atas punggung kuda, mereka bertarung menggunakan pedang, akhirnya Jalal berhasil menjatuhkan Sujamal dan menaruh pedang di leher Sujamal, Jalal juga menginjak dadanya, Seorang Rajput tidak akan pernah bertarung sepertimu. Sujamal menjawab karena aku tidak sungguh-sungguh bertarung melawanmu, aku hanya bertahan. Jalal marah lalu menebaskan pedangnya, Sujamal berhasil menghindar. Mereka bertarung kembali, Jalal kembali berhasil menyarangkan pedang di leher Sujamal, dengan memasuki harem, berarti kau telah menghinaku. Kau sudah tidak bersenjata, aku akan membunuhmu tanpa senjata. mereka kembali bertarung tanpa pedang. Sujamal tanpa sengaja melihat ke atas pohon dan melihat seorang lelaki melesatkan anak panah nya ke arah Jalal, Sujamal mendorong Jalal sehingga ia yg terluka. Sharifudin segera kabur. Jalal menghadang pedang Adham Khan yg hendak menebas Sujamal dengan tangannya. Athgah dan pasukannya mendekat, Jalal memerintah mereka mengejar penyerang tadi. Adham, Athgah dan para prajurit segera pergi.

Jalal bertanya mengapa kau menyelamatkan nyawaku? padahal aku ingin membunuhmu. Sujamal menjawab aku sudah berjanji pada adikku, Jodha (Jalal terkejut) bahwa aku akan selalu melindungi suaminya. Jalal bertanya siapa kau? Sujamal menjawab Su..ja..mal.. Sujamal jatuh pingsan. Jalal berkata Sujamal? kakaknya Ratu Jodha.

Jalal langsung shock begitu teringat semua tuduhan dan hinaan yg telah ia lontarkan pada Jodha dan ia teringat sudah mengusir Jodha dari istana.

Jalal duduk di tepi sungai sabil berpikir aku telah membuat kesalahan besar. Ratu Jodha pergi menemui kakaknya, tapi aku sudah salah paham mengenai itu. Kumohon maafkan aku, Ratu Jodha. Aku telah membuat kesalahan besar, Aku berharap, kau bisa memberitahuku sekali saja, kau seharusnya bisa mempercayai aku. Adham datang, aku tidak mengerti dengan tindakanmu. Bukannya menghukumnya, kau malah merawatnya. Jalal bekata dia akan membayar atas penyerangan di Mewar, Aku tidak bisa menyerang seorang pria yg sedang terluka.

Atghah datang, Jalal bertanya bagaimana keadaan Sujamal? Athgah berkata sebentar lagi dia akan sadar.
Sharifudin datang, bisakah kau menangkap pria rajput itu? Jalal berkata iya, dan aku juga di serang pada saat itu. kemana saja kau selama kejadian itu? Sharifudin gugup, aku tadi sedang mencari orang itu. tapi di bagian hutan yg lain, aku pikir jika aku menghadangnya dari sana maka aku akan bisa menangkapnya. Adham tertawa mendengar alibi Sharif. Penjaga datang memberitahu jika Sujamal sudah sadar. Sharifudin langsunng kettakutan.

Di dalam tenda, tabib menyuruh Sujamal meminum obatnya, namun Sujamal menolak. Jalal datang: setiap orang yg terluka membutuhkan obat, silakan meminumnya. Sujamal dengan patuh meminum obatnya. Jalal berkata kau ini seorang rajput, namun kau datang ke istanaku sebagai seorang kasim. tidakkah kau merasa aneh ketika melakukan itu? Sujamal: aku seorang Rajvanshi. Kami menganggap janji kami lebih penting. Aku sudah berjanji pada Jodha bahwa aku akan selalu melindungi suaminya. ketika aku tahu dia terkena racun, aku datang ke Agra untuk menemuinya. Tapi aku mendengar Abu Mali dan seorang pria dari istana membuat konspirasi untuk membunuhmu.

mereka berencana membunuhmu saat perayaan. jadi aku datang ke sana. Aku juga sudah mengirim pesan pada pengawalmu. Athgah: jadi kau yang telah mengirim pesan? Sujamal: benar, saat perayaan, aku telah membunuh orang yg di tugasi untuk membunuh mu, namun sialnya aku malah di anggap bersalah, aku datang ke Agra untuk mencari tahu orang di balik konspirasi ini. Tapi sebelum aku bisa mengetahui orang itu, kau sudah mencurigaiku. Adham: kau adalah musuh Mughal, kenapa kau menyelamatkan raja. Sujamal: mughal masih menjadi musuhku. Rajvanshi membunuh musuh mereka di medan perang dan yg kedua, Raja adalah suami adikku, jadi aku tidak bisa membunuh suami adikku. Sujamal berkata akan segera pergi karena ia tidak ingin tinggal terlalu lama dan berhutang budi pada mughal. Jalal bertanya mengapa kau berfikir kalau aku akan membiarkanmu pergi? Sujamal menjawab karena kau belum memenjarakan aku dan kau adalah seorang prajurit. aku akan pergi, ketika kita bertemu di medan perang, kita akan berhadapan sebagai musuh. Jalal: ketika aku bertanya pada ratu jodha, mengapa dia tidak memberitahuku yg sebenarnya? Sujamal: karena dia seorang wanita rajput. aku telah membuatya berjanji padaku, bahwa dia tidak akan memberitahumu tentang aku. Sujamal melangkah pergi namun Adham dan Sharifudin menghadang jalan nya, mereka baru memberi jalan setelah mendapat isyarat dari Jalal.

Sharifudin bertanya kenapa kau mengampuni seorang musuh? Jalal: itu karena dia benar-benar seorang prajurit sejati. aku akan menangkap orang yg mengaku setia padaku, tetapi membuat konspirasi untuk membunuhku. aku tidak akan mengampuninya. Jalal menyuruh Athgah mencari tahu siapa pengkhianatnya. Setelah sendirian, Jalal berkata aku harus segera menemui ratu Jodha.

Di istana, Jalal bergegas menemui jodha, ia berfikir bagaimana aku bisa salah paham pada Ratu Jodha? aku telah mengenalnya begitu lama, seharusnya aku mempercayainya. aku akan menemuinya dan meminta maaf padanya. aku akan terima jika dia meneriakiku ataupun menghina ku, tapi aku tidak akan pergi sebelum dia memaafkan aku.

Di kamarnya, Jodha sedang melamun. Moti datang, Jodha segera bertanya apa kau sudah mendapat kabar tentang Kak Sujamal? moti berkata Sujamal baik-baik saja. Raja sudah tahu sudah tahu kalau Dilawar Khan adalah Sujamal. Raja sudah melepaskan sujamal. kau tidak harus melanggar janjimu, raja pasti akan datang kesini untuk minta maaf padamu. Maafkan dia dan jangan marah padanya. Jodha mengangguk lalu berdoa, Aku berterimakasih pada-Mu, Khana. Kau telah melindungi kakakku.

Jalal akhirnya sampai di kamar Jodha, jodha senang melihatnya, jalal menghampirinya dan mengatakan betapa bahagianya aku melihatmu di sini, jodha mengatakan apa yang kau pikirkan, kau memintaku pergi dan aku akan pergi, jalal mengatakan aku tidak ingin bilang seperti itu aku melakukan kesalahan, tolong Maafkan aku, jalal bersujud. jodha membangunkanya dan mengatakan jangan seperti ini, kau suamiku dan apa yang kau lakukan adalah kesalahpahaman dan kau membuatku berdosa dengan meminta pengampunan padaku, jodha melihat air mata mengalir dari mata jalal lalu menyeka mata jalal. Jalal mengatakan aku menyakitimu maafkanlah aku, jalal menyeka airmata jodha dan mencium dahinya lalu memeluknya. Jalal melihat air mata di pipi jodha dan mengusapnya dg cara menciumnya. Jodha juga melakukan hal sama, jodha melihat luka ditangan jalal lalu jodha mencium telapak tangan jalal. Jalal mengatakan kau selalu mengobati lukaku dan aku sudah memberimu sebuah luka besar, maafkanlah aku. Jodha mengatakan tidak perlu kau minta maaf, kau hanya marah pada apa yang kau lihat dan kau melakukannya dalam keadaan marah, jodha dan jalal berpelukan.



Berbagi Ke Lainnya