Akhirnya Maham Anga Ketahuan dan Dihukum Jalal

Serapat rapatnya bangkai disembunyikan akhirnya tercium juga. Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya terpeleset juga. Selicik-liciknya Maham Anga akhirnya ketahuan dan kena batunya juga.

Setelah Jodha pergi dari Agra pasca kejadian Delawar Khan atau Sujamal terbongkar, maka kedok kejhatan Maham Anga akhirnya terbongkar oleh Atgha Khan. Sebentar lagi di ANTV anda akan saksikan itu,

Sinopsis Jodha Akbar Episode 227 : Terbongkarnya Kedok Maham Anga
Jodha sedang duduk, Shehnaz datang dan mulai tertawa. shehnaz berkata aku menertawakan kebodohanmu. Jodha berkata kau adalah temanku? Shehnaz berkata karena itu sudah menjadi tugasku untuk menyadarkanmu atas apa yang telah kau lakukan. kekasihmu datang jauh-jauh padamu, tapi kau menolaknya. Apakah kau sudah tidak mencintainya lagi? Jodha menjawab aku rasa aku mencintainya lebih dari sebelumnya. Shehnaz bertanya lalu kenapa kau tidak pergi ke Agra bersamanya? Jodha menjawab karena aku tidak tahan dengan semua itu, kami sering bertengkar dari dulu. Tanpa mencoba mencari tahu kebenarannya, dia menuduhku tidak setia dan mengusirku dari Agra. Aku tak sanggup menghadapi penghinaan seperti itu lagi. Shehnaz berkata bunga mawar selalu memberikan wanginya, walau durinya kadang menyakiti kita. Tapi bukan berarti kita berhenti menghargai keindahannya. Shehnaz memberikan selembar kain hijau pada Jodha. ini milik kekasihmu. Dia lupa membawa ini. Atau mungkin dia meninggalkan kain ini di sini dengan sengaja agar kau selalu ingat padanya. Shehnaz sambil tersenyum meninggalkan Jodha.


Jiji anga datang ke atgha dan bertanya kenapa kau terlihat khawatir? Atgah berkata untuk pertama kalinya dalam hidupku aku merasa tidak pantas duduk di posisi ini. Atgah memberitahu semua tentang Maham, Yang mulia sudah sangat stress, Tapi jika aku tidak mengatakannya, aku merasa telah mengkhianatinya. Jiji anga berkata Setiap orang tahu bahwa yang mulia sangat menyayangi Maham anga. Tapi maham bisa melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Atgah mengatakan aku tidak mengerti, apa motif maham melakukan semua ini. Jiji berkata maham melakukan itu semua untuk menyakiti Jodha, Tujuannya pasti untuk merusak hubungan Jalal dan Jodha.



Jalal berdiri di depan timbangan besar. Atgah menemuinya dan menceritakan semua yang diketahuinya. berdasarkan informasi ini, sudah jelas bahwa Maham anga tahu kalau seorang Rajput datang ke istana menyamar sebagai kasim. Mungkin dia juga tau kalau orang itu adalah Sujamal dan mengizinkan dia bekerja di harem. Jalal menghunus dan berkata kau adalah penasehat kepercayaanku, tapi orang yang kau tuduh bukan hanya perdana menteri tapi juga ibu angkatku. Atgah menjawab jika informasi yang aku berikan padamu terbukti palsu, kau bisa menghukum mati aku. Jalal berkata panggilkan maham anga, aku ingin menemuinya di ruang sidang.



Maham berkata kau tidak pernah memanggilku seperti ini. Jalal berkata hari ini, aku bicara bukan sebagai anak asuhmu, tetapi sebagai raja. apakah kau tahu kalau kasim yang menyamar sebagai dilawar adalah seorang Rajput? Maham berkata bagaimana aku bisa tahu. Jalal memanggil Atgah khan agar membawa dilawar masuk. Dilawar datang, maham kaget. Jalal bertanya apakah kau kenal dia? Maham menjawab aku rasa, aku mengirimnya kembali karena merasa dia tidak cocok bekerja di sini. Jalal berkata bagaimana aku memberitahumu kalau dia adalah Dilawar khan yang asli datang mengeluh padamu kalau dilawar khan yang berkerja di istana adalah seorang penipu. merekrut kasim adalah tanggung jawabmu dan tugasmu untuk memeriksa latar belakang mereka? Maham berkata AKu tidak bisa memeriksa latar belakang semua kasim. Aku mempekerjakan orang lain untuk melakukan itu. Mereka bisa saja membuat kesalahan. Jalal bertanya apa mungkin kau sudah tahu kalau penipu itu adalah sujamal tapi kau tetap membiarkannya masuk ke istana? Maham bertanya apa maksudmu, Aku seperti ibumu sendiri. Jalal berkata saat ini, aku di sini sebagai raja dan kau di sini sebagai seorang tersangka. Jadi pikir sebelum kau menjawab karena satu saja jawaban salah, bisa merubah posisimu dari tersangka menjadi terdakwa. Maham tetap mengelak. Jalal berkata mungkin kau benar. Karena Sujamal telihat di Badawar, benarkan? maham berkata benar. Informan itu bilang semuanya di hadapanmu, aku harap kau ingat siapa dia. Jalal berkata aku masih ingat informasinya dan informannya. Jalal menepuk tanganya, seorang pria di bawa menghadap jalal. Maham terkejut dan teringat bagaimana dia menemui orang itu dan menyuruhnya berkata bohong tentang Sujamal. Pada lelaki itu Jalal bertanya apa benar Sujamal terlihat di Badawar. Lelaki itu menatap Maham, Maham memberinya isyarat, melihat itu Jalal menghunus pedang dileher lelaki itu sambil berkata kau seharusnya takut padaku, bukan pada perdana menteri. Jika kau berkata bohong, aku akan memenggalmu sekarang juga. Lelaki itu bersujud di depan Jalal sambil memohon ampun, Seseorang memintaku untuk mengatakan kebohongan tentang Sujamal kalau tidak aku akan di bunuh. Jalal bertanya siiapa yang menyuruhmu? lelaki itu menjawab perdana menteri. Jalal menyuruh pengawal membawa lelaki itu keluar.



Jalal berguman aku tidak bisa percaya bahwa orang yang melukaiku adalah orang yang selalu meindungiku sepanjang hidupku. kau biarkan aku berpikir kalau ratu Jodha punya hubungan dengan pria itu. Aku menghormatimu melebihi ibuku sendiri. Tapi kau mengkhianati aku. Abul mali menyerang dan melukai aku. Tapi luka yang kau buat akan membekas dihatiku selamanya. Kenapa kau berkonspirasi melawan ratu Jodha? Aku tahu kadang wanita saling iri, tapi bukan berarti bisa berbuat hal serendah ini. Aku mencintaimu seperti seorang ibu. Aku menjadikanmu perdana menteri, apalagi yang kau inginkan? Maham menjawab Kau tidak memberikan aku apapun. Mengingat apa yang aku lakukan padamu, Aku alasan kau hidup sampai saat ini. Kau hanya anak berumur empat belas tahun. Kau menjadi raja hanya karena aku dan Bairam Kan. Bairam khan dan aku yang melatihmu menjadi seperti kau hari ini. Kau mewarisi tahta hanya karena kau punya darah bangsawan. Dan aku tidak bisa menjadi ratu karena di darahku mengalir darah pelayan. Aku sudah melayanimu bertahun-tahun. Aku mencintaimu dan merawatmu seperi putraku sendiri.



Maham mulai menangis, Bairam khan dan aku mengajarkanmu bagaimana menjadi pemimpin, mengajarimu politik dan strategi peperangan. Kau tahu aku bijaksana, pemberani dan bisa diandalkan. Itulah alasannya kenapa kau menjadikan aku seorang perdana menteri. Koreksi aku jika salah. Aku mencintaimu seperti putraku dari dulu hingga sekarang dan sampai nanti. Tapi aku tidak bisa terima jika ratu Rajput yang kau anggap menawan itu mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku. Aku mendapatkan posisi dan reputasi ini setelah mengabdi di kerajaan mughal selama bertahu-tahun. Hanya beberapa bulan sejak dia datang dalam hidupmu, kau mulai mempercayainya. Ya, aku yang berkonspirasi melawan ratu Jodha. Bukan hanya sekali ini, aku sudah sering melakukannya untuk membuat ratu Jodha jatuh. Aku ingin dia meninggalkan mu, pergi dari istana ini dan tidak pernah kembali ke Agra. Aku tidak terima kau lebih mencintainya ketimbang aku. kau hanya anak-anak ketika aku dan Bairam menyelamatkanmu. Tapi apa yang kau berikan sebagai balasan? kau mengusirnya dan memintanya pergi ke Mekkah dan dia mati dalam perjalanannya, Kau bisa memanggilnya kembali kalau kau mau, tapi tidak kau lakukan. mengapa sikapmu berubah padaku sejak kedatangan ratu Jodha? kenapa hal seperti ini terjadi setelah seorang pria menikah, kenapa seorang anak tidak bisa melihat cinta ibunya di hadapan istrinya? Jalal pun ikut menangis. Aku tak mau kau membalas pengorbananku dengan memintaku pergi ke mekkah, Aku tak mau mengalami nasib seperti bairam khan. Karena itulah aku melakukan konspirasi ini. Jika setelah apa yang aku katakan hari ini, kau memutuskan untuk memenggalku, aku akan berdiri di sini dengan kepala tegak. Jalal berkata aku tidak akan mengambil posisimu atau menghukum mati dirimu. Tapi aku ingin memberitahumu bahwa hari ini, kau kehilangan sesuatu yang pernah dekat dengan hatimu. Hari ini kau telah kehilangan anakmu. Maham terpaku

Berbagi Ke Lainnya