Au pair: Proses Penting Sebelum Kuliah di Luar Negeri dengan Biaya sendiri

Selepas SMA, Septa Linda, teman saya dari Banjarsari, Bantarbolang sama sekali tak tertarik mendaftarkan diri ke bangku kuliah bersama teman-temannya. Ia malah mengikuti kursus bahasa Jerman. Ia berencana ingin menjadi au pair dan merintis jalan kuliah di luar negeri dengan biaya sendiri. Apa itu au pair? Isttilah yang sangat asing sekali.

Au pair berasal dari bahasa Perancis, berarti “setara dengan”. Au pair adalah pemuda/pemudi yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan penjaga anak di keluarga tuan rumah di negeri asing. Dari namanya terlihat bahwa au pair memiliki kedudukan setara dengan keluarga tuan rumah. Ini sesuatu yang berbeda dengan kedudukan pembantu rumah tangga dengan tuan rumah di Indonesia. 
 
Au pair memiliki tradisi lama di negara-negara Eropa dan Common Wealth (mantan jajahan Inggris). Pada abad pertengahan ada tradisi, pemuda yang ingin menjadi ahli keterampilan tertentu diharuskan berguru pada beberapa ahli di berbagai tempat. Dengan begitu mereka berpetulang, meninggalkan rumah orang tuanya dan menjelajahi negeri asing.

Di Jerman abad 21, mayoritas pemudi memimpikan menjadi au-pair selama setahun di luar negeri untuk memperdalam bahasa asing dan mengenal “dunia” sebelum mereka untuk kuliah. Seringkali pengalaman selama menjadi au-pair menentukan bidang studi yang mereka ingin pelajari nantinya. Selanjutnya, kerja sambil kuliah pun tak menjadi masalah. Mayoritas mahasiswa membiayai hidup dan kuliah mereka dengan bekerja. Hanya remaja yang dilahirkan dari keluarga kaya yang beruntung di Jerman, bisa menghabiskan waktu sepenuhnya untuk belajar tanpa harus bekerja sampingan.


Apa keuntungan menjadi au-pair? Lamanya masa au pair yang rata-rata 1 tahun menjadi batu loncatan untuk mengenal bahasa dan budaya asing, mengenal kota tempat tujuan belajar, mencari info tentang universitas tujuan belajar, dan informasi mengenai kemungkinan untuk bekerja selama kuliah. Au pair berhak akan uang saku, kesempatan mengunjungi sekolah bahasa, makan dan kamar pribadi di rumah keluarga tamu. Uang saku yang didapatkan au pair memang tidak besar. Namun karena mereka tak perlu membayar makan, sewa kamar, dan asuransi sendiri, jumlah saku mereka terhitung sangat besar untuk pekerjaan sampingan mahasiswa biasa.


Apa syarat menjadi au pair? Biasanya au pair adalah pemuda/pemudi yang berusia antara 17 – 27 tahun (pada beberapa negara sampai 30 tahun), belum punya anak, serta belum menikah. Mayoritas peserta au pair adalah perempuan. Namun demikian au pair laki-laki mendapatkan kesempatan lebih besar karena orang tua tunggal yang hanya memiliki anak laki-laki cenderung memilih mereka agar anaknya memiliki teladan laki-laki. Syarat lainnya adalah tak terlibat narkoba.

Di mana saya bisa menjadi au pair? Di negara berbahasa Inggris: Inggris, Amerika Serikat, Australia, New Zealand, Belanda, Kanada (di Kanada, au pair juga bisa merawat orang sepuh atau orang cacat). Negara berbahasa Jerman: Jerman, Austria, Swiss. Negara berbahasa Prancis: Prancis, Swiss, Kanada. Negara lain: Belanda, Filandia, Itali, Spanyol. Peraturan menjadi au pair berbeda-beda di setiap negara. Namun demikian, ada syarat yang sama, pengetahuan bahasa dasar negara tujuan.

Bagaimana caranya menjadi au pair? Para calon au pair bisa menghubungi calon keluarga tamu langsung lewat situs au pair langsung dari internet, atau bisa membuat sendiri profil diri di berbagai situs au pair. Pada dasarnya program ini tak membutuhkan biaya, karena keluarga tamulah yang menanggung biaya au pair berangkat dan tinggal. Para calon au pair bisa juga menghubungi agen au pair di Indonesia. Agen bisa membantu dalam persiapan dan komunikasi dengan keluarga tamu. Namun menjadi au pair dengan bantuan agen tidak lantas mudah. Jika muncul ketidakcocokan dengan keluarga tamu, seringkali agen berpihak pada keluarga tamu karena mereka mendapatkan bayaran dari keluarga tamu. Catatan lain, agen biasanya juga meminta biaya jasa sekitar Rp 1 juta (namun demuikian jumlahnya tetap tak sebanding dengan uang yang diterima dari keluarga tamu). Jadi ada baiknya untuk membangun jaringan dengan orang sebangsa yang tinggal di kota tujuan sebelum berangkat menjadi au pair.

Bagaimana memperbesar kesempatan menjadi au pair? Tentu saja pengalaman mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan bermain dengan anak. yang juga mutlak adalah kemampuan dasar bahasa negara tujuan. Hal lain yang menjadi keuntungan adalah pengalaman dan SIM mobil, kursus PPP3K, dan foto bersama anak.

Selamat mencoba! (fn*)

www.en.wikipedia.org/wiki/aupair
www.iapa.org/Docs/index/index.php4
www.cca-acaf.ca/index.htm
www.bapaa.org.uk/displaypage.asp?page=1
www.en.wikipedia.org/wiki/Au_pair_organization#Au_pair_Agencies
www.au-pair-society.org
www.ufaap.org

Berbagi Ke Lainnya