Ironis, Melanie Jane Mantap Bersyahadat, Asmirandah Malah Murtad

Mualaf asal Inggris, Melanie Jane mengatakan bahwa dirinya sempat ragu untuk menjadi seorang mualaf karena cerita-cerita seram mengenai Islam dari lingkungannya di London.

Jane kini tengah mengejar karirnya dan bekerja di salah satu perusahaan di Dubai, Uni Emirat Arab. Sebelumnya, ia sempat ragu untuk pergi mewujudkan ambisinya di salah satu negara Islam.

Keraguannya muncul karena ketakutan dari cerita-cerita yang ia pernah dengar selama di Inggris mengenai Islam. Jane mengungkapkan bahwa masyarakat Inggris mengaitkan Islam dengan pengekangan terhadap wanita. Pemikiran mengenai Islam itu juga yang diyakini Jane dimulai dari cara berpakaian Muslimah.

Namun, ia telah memiliki tekad untuk mewujudkan ambisinya. Selain itu, ketertarikan dan kecintaannya terhadap budaya baru membuat dirinya memutuskan untuk berangkat ke Dubai. Setibanya di sana, ketakutan akan aturan Islam seketika luntur. Pemikirannya tentang wanita muslimah yang terkekang seakan tidak ada.

"Islam merupakan agama yang damai dan membuat semua orang bahagia, ini jelas berbeda dengan apa yang saya kira," ujar Jane seperti dikutip OnIslam, Jumat (14/11).

Hingga pada akhirnya ia bertemu dengan seorang muslim bernama Mahmoud yang membantunya dalam mempelajari Islam. Dari apa yang telah dipelajarinya, Jane mendapatkan sebuah sejarah yang luar biasa di mana Islam memiliki orang-orang berpendidikan, pemimpin bisnis, Khadijah yang merupakan istri Nabi Muhammad SAW.

"Sayangnya cerita-cerita di Inggris mengenai Islam dan Muslim berbeda sama sekali," ujar Jane.

Sebelum memutuskan memeluk Islam, Jane mengaku mempercayai adanya kekuatan yang Maha Besar namun dirinya tak tahu apakah zat itu. Agama-agama yang dipelajarinya seringkali tak pernah memberikan jawaban memuaskan. Kini Jane telah berhijab dan menjadi mualaf serta menyadari Islam sangat terbuka terhadap berbagai pertanyaan. Dan setiap pertanyaan senantiasa ada jawabannya.

"Agama lain lebih mengajarkan kepada kepercayaan. itu normal, namun tak memuaskan buat saya," kata Jane.

Jane mengakui bahwa Islam begitu sempurna dan semuanya pertanyaan mampu terjawab. "Inilah yang meyakinkan saya untuk memeluk Islam," ujar Jane.

*sumber: ROL 

Berbagi Ke Lainnya