IT Gaza Ini Miliki Perusahaan Hampir Sekelas Google

BERKAH ORANG YG SABAR DIDHOLIMI, MEWARISI KEHEBATAN ORANG YG MENDHOLIMI

Sebuah perusahaan mungkin berpikir tidak akan bisa menyaingi Google atau SAP perusahaan pembuat software di Jerman. Tidak dengan seorang IT di Gaza, Saady Lozon memiliki rencana untuk mengubah hal itu untuk menyaingi Google.

Dalam sembilan tahun, Lozon bersama rekannya Ahmed Abu Shaban telah mengubah perusahaan mereka. Dari sebuah unit kecil di satu kamar di Jalur Gaza yang diblokade menjadi bisnis yang sukses dengan klien di Eropa, Amerika Serikat dan negara-negara Arab.

Di saat mereka tidak bisa meninggalkan Gaza dengan mudah, mereka dapat mengembangkan aplikasi untuk Web dan perangkat mobile secara online dan menyediakan klien internasional dengan layanan data manajemen, bersaing dengan perusahaan-perusahaan di India dan tempat lainnya.

“Sebenarnya kami telah berhasil membuat sebuah lubang di dinding blokade,” kata Lozon seperti dikutip worldbulletin Sabtu, (14/2/2015).

Ia menambahkan bahwa perusahaannya akan segera diperluas dan akan menambah lebih dari 60 karyawan dari sebelumnya hanya 13 orang, dimana mayoritas adalah perempuan.

Lozon dan Abu Shaban datang dengan ide mereka setelah kelulusannya menjadi sarjana ilmu komputer. Dimana sebelumnya, Lozon bekerja sebagai kontraktor IT untuk PBB namun hanya sebentar lalu menyadari ia lebih suka menjalankan perusahaan sendiri.

Mereka memenangkan klien pertama mereka setelah membuat lapangan melalui Skype dan menawarkan percobaan dengan gratis. Mereka meminjam uang dari teman untuk membeli komputer dan perlahan-lahan diperbanyak. Perusahaan ini menempati dua apartemen di lantai 5 sebuah gedung di distrik Gaza menghadap Mediterania.

“Di kantor, ada puluhan wanita kebanyakan memakai jilbab, sibuk bekerja, satu kelompok memasukkan data pada merek dagang global untuk sebuah perusahaan di Belanda,” tutur Lozon.

“Kami sedang bekerja untuk menjadi seperti Google,” tambahnya dengan penuh keyakinan. “Saya berharap untuk membuat Satuan Satu seperti Google untuk rakyat Gaza, tidak hanya untuk bisnis tetapi juga untuk hiburan.” [ra/islampos]

Berbagi Ke Lainnya