Belajar Dari Yahudi Mempersiapkan Generasi Mudanya

Dr Stephen Carr Leon menulis dari pengamatan langsung setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship di beberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu "Mengapa Yahudi Pintar ?"

Mengapa Tuhan memberi kelebihan kepada Yahudi? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri? Maka Stephen tergerak membuat tesis PhD-nya. Sekedar untuk anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun karena harus mengumpulkan data-data yang tepat.



Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang istri sedang mengandung, sang ibu akan lebih sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama. Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan, kebetulan Stephen suka matematika. Stephen bertanya"Apakah ini untuk anak mu ?” Lalu dia menjawab,"Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius." hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikuti terus perkembangannya. Hebatnya, si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.

Berikutnya adalah cara makan, sejak awal mengandung ibu Israel suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utama nya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan, menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandung kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak di dalam kandungan. Ini adalah adat orang-orang Yahudi ketika mengandung, menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengkonsumsi pil minyak ikan.

Ketika diundang untuk makan malam bersama orang-orang Yahudi, begitu Stephen menceritakan. pada setiap undangan yang sama saya perhatikan mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet) ungkapnya.



Biasanya kalau sudah ada ikan tidak ada daging, ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja, menurut keluarga Yahudi campuran ikan&daging tdk bagus di makan bersama, salad&kacang harus, terutama kacang badam.

Uniknya, mereka akan makan buah-buahan dahulu sebelum hidangan utama, jangan terperanjat jika anda diundang ke rumah Yahudi anda akan dihidangkan buah-buahan dahulu. Menurut mereka dengan memakan hidangan karbohidrat (nasi/roti) dahulu kemudian buah-buahan akan menyebabkan merasa mengantuk. Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.

Tentang Rokok, di Israel merokok adalah tabu, apabila anda diundang makan dirumah Yahudi jangan sekali-kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh anda keluar dari rumah mereka, menyuruh anda merokok di luar rumah mereka. Menurut ilmuwan di universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusak sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak (bodoh) suatu penelitian dari ilmuwan gen dan DNA Israel.



Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah-buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever). Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas, rata-rata mereka memahami tiga bahasa yakni : Hebrew, English, dan bahasa Arab. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain biola dan piano, ini adalah suatu kewajiban.



Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ, sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. Menurut para ilmuwan Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak, tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.



Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak-anak Yahudi diajari matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatannya, Stephen mengatakan "jika dibandingkan dengan anak-anak di California dalam tingkatan IQ-nya, bisa saya katakan 6 tahun ke belakang!!"

Segala pelajaran akan dengan mudah ditangkap oleh anak Yahudi, selain dari pelajaran tadi, olah raga juga menjadi kewajban mereka. Olah raga yang diutamakan menurut teman Yahudinya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih fokus otak. Di samping itu menembak adalah bagian dari persiapan untuk membela negara.

Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tingkat menengah. Di sini murid-murid di perdalam dengan pelajaran sains. Mereka di dorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadang kelihatannya lucu & memboroskan tetapi di teliti dengan serius. Apalagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi. Satu lagi yang diberi keutamaan adalah fakultas ekonomi, saya sungguh terperanjat melihat begitu agresif & seriusnya mereka belajar ekonomi. Di akhir tahun di universitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus mempraktekkannya. Anda hanya akan dinyatakan lulus jika team anda (10 orang setiap kelompok) berhasil mendapat keuntungan sebanyak US$ 1 juta. Anda terperanjat? Itulah kenyataannya. Kesimpulan pada teori Stephen adalah melahirkan anak & keturunan yang cerdas adalah keharusan, tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalam, bahkan mungkin perlu proses melewati beberapa generasi.

sumber : suaramedia.com

Bagaimana dengan orang Indonesia? Apakah mereka berfikir ke depan tentang kualitas anak-anak mereka? Makan tidak diatur, rokok di mana mana, semuanya bebas..

Berbagi Ke Lainnya